Manimeri, 6 Desember 2025  Suasana kehangatan dan kekeluargaan menyelimuti SMP Perintis Manimeri II pada hari Sabtu ini. Seluruh warga sekolah, mulai dari dewan guru, tenaga kependidikan, hingga puluhan siswa, berkumpul dalam acara Perayaan Natal Keluarga Besar. Yang menjadikan perayaan ini istimewa adalah partisipasi aktif seluruh elemen sekolah tanpa memandang latar belakang agama dan kepercayaan, sebuah perwujudan nyata dari nilai-nilai toleransi beragama yang diamanatkan dalam Kurikulum Merdeka. 

Wujud Dimensi Profil Lulusan: 

Acara ini secara gamblang merefleksikan dimensi pertama dari Profil Lulusan: 

1. Beriman, Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan Berakhlak Mulia.

Perayaan Natal ini menjadi panggung untuk mempraktikkan Toleransi dan Menjaga Keutuhan Ciptaan Tuhan. Kehadiran siswa-siswi non-Kristiani bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah aksi sadar untuk menghormati keyakinan teman dan guru mereka. Mereka ikut larut dalam sukacita, menunjukkan bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk bersatu dan merayakan. Ini membuktikan bahwa sekolah telah berhasil menanamkan nilai luhur untuk menghargai setiap individu sebagai ciptaan Tuhan yang harus dikasihi dan dihormati kepercayaannya.

2. Kebinekaan Global: Menghargai dan Mengenal Budaya

Dimensi Berkebinekaan Global juga terasa kental dalam perayaan ini. Natal, sebagai salah satu perayaan keagamaan, memiliki unsur budaya yang kuat.

Dalam rangkaian acara, ditampilkan berbagai pentas seni dan paduan suara yang tidak hanya menampilkan lagu-lagu Natal tradisional, tetapi juga mengintegrasikan elemen budaya lokal Manimeri. Siswa-siswi dari berbagai suku dan agama tampil membawakan tarian dan nyanyian daerah, memperkenalkan kekayaan budaya mereka kepada teman-teman yang merayakan. Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada seluruh siswa untuk Mengenal dan Menghargai Budaya lain, memperluas wawasan mereka tentang tradisi perayaan yang beragam di Indonesia, sekaligus memastikan bahwa nilai-nilai lokal tetap lestari di tengah nuansa perayaan universal.

3. Semangat Gotong Royong: Kolaborasi dan Kepedulian

Suksesnya acara ini tak lepas dari semangat Bergotong Royong. Seluruh panitia, yang terdiri dari guru, staf, dan perwakilan siswa dari berbagai kelas dan agama, menunjukkan Kolaborasi yang luar biasa.

Mulai dari persiapan dekorasi, penyusunan tata tertib acara, hingga pembagian konsumsi, semuanya dilakukan bersama-sama. Siswa non-Kristiani bahkan turut aktif membantu dalam penataan tempat dan menyambut tamu, menunjukkan Kepedulian tanpa batas. Ini adalah contoh nyata bagaimana gotong royong sebagai nilai Pancasila mampu menjembatani perbedaan, mengubah kerja berat menjadi ringan, dan menumbuhkan rasa memiliki bersama terhadap lingkungan sekolah. Semangat ini menjadi modal penting bagi siswa untuk menjadi anggota masyarakat yang peduli dan mampu bekerja sama.

Perayaan Natal Keluarga Besar SMP Perintis Manimeri II tahun 2025 bukan hanya sekadar acara seremonial, tetapi sebuah deklarasi bahwa sekolah ini adalah rumah bagi Persatuan dalam Keberagaman. Melalui momentum ini, sekolah telah berhasil mewujudkan tiga pilar utama dari Dimensi Profil Lulusan: Beriman, Berkebinekaan Global, dan Bergotong Royong yang akan membentuk generasi penerus bangsa yang toleran, kolaboratif, dan berakhlak mulia.