Pengimbasan Pelatihan GASING: Cara Asyik Belajar Matematika ala Prof. Yohanes Surya di SMP Perintis Manimeri II
Pembelajaran
matematika sering kali dianggap menakutkan oleh banyak siswa. Rumus yang rumit,
soal berlapis, dan tekanan untuk selalu benar membuat sebagian peserta didik
merasa tertekan saat belajar mata pelajaran ini. Namun, ada sebuah pendekatan
inovatif yang sudah terbukti mampu mengubah persepsi tentang matematika menjadi
kegiatan yang gampang, asyik, dan menyenangkan atau lebih dikenal dengan
metode GASING (Gampang, Asyik, dan Menyenangkan) yang digagas oleh Prof.
Yohanes Surya.
Metode
GASING bukan sekadar teknik cepat berhitung. Lebih dari itu, GASING adalah cara
berpikir yang membuat matematika menjadi permainan logika yang mudah dipahami
siswa dari berbagai tingkat kemampuan. Dengan pendekatan bertahap, konkret, dan
visual, siswa didampingi untuk memahami konsep dari dasar hingga mahir tanpa
merasa terbebani.
Pada tanggal 1–6 Desember 2025, SMP Perintis Manimeri II sukses menyelenggarakan kegiatan Pengimbasan Pelatihan GASING sebagai upaya menghadirkan pembelajaran matematika yang lebih menyenangkan bagi seluruh siswanya.
Pembukaan
oleh Kepala Sekolah: Semangat Baru dalam Belajar Matematika
Acara
pengimbasan dibuka secara resmi oleh Kepala SMP Perintis Manimeri II, Ibu
Floribu Hurim, S.Pd. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa pelatihan
ini merupakan langkah nyata sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran,
khususnya pada bidang numerasi.
Ibu
Floribu menyampaikan bahwa metode GASING sangat relevan diterapkan pada siswa
yang selama ini merasa kesulitan mengikuti pembelajaran matematika
konvensional. Harapannya, kegiatan ini mampu menumbuhkan rasa percaya diri
siswa, serta menciptakan pengalaman belajar yang penuh keceriaan.
Guru Pengimbas: Agen Perubahan dalam Pembelajaran
Program
pengimbasan ini dipandu oleh tiga guru terlatih, yaitu:
- Ronald
Frabun, S.Pd
- Agustina
Pasinggi, S.Pd
- Bertania Tiku Limbong, S.Pd
Ketiganya
merupakan guru yang telah mengikuti pelatihan khusus metode GASING dan kini
berbagi pengetahuan tersebut kepada seluruh siswa SMP Perintis Manimeri II.
Sebagai fasilitator, mereka mengajak siswa belajar matematika melalui aktivitas interaktif seperti permainan angka, pengenalan pola, perhitungan cepat berbasis logika, hingga latihan visual yang membantu siswa memahami konsep secara menyeluruh.
Peserta:
Semua Siswa Turut Merasakan Manfaatnya
Berbeda dengan pelatihan yang biasanya hanya diikuti beberapa perwakilan kelas, pengimbasan GASING di SMP Perintis Manimeri II ditujukan kepada seluruh siswa. Hal ini dilakukan agar setiap peserta didik memperoleh kesempatan yang sama dalam merasakan manfaat pendekatan GASING.
Selama enam hari kegiatan, siswa terlihat antusias mengikuti setiap sesi. Mereka diajak belajar sambil bermain, tertawa, dan mencoba teknik-teknik baru yang membuat matematika terasa lebih mudah dipahami.
Metode
GASING: Mengubah Matematika Menjadi Pengalaman Positif
Beberapa
keunggulan metode GASING yang dikupas dalam kegiatan ini antara lain:
1.
Mudah Dipahami (Gampang)
Konsep
matematika disajikan dari yang paling sederhana menuju yang lebih kompleks
sehingga siswa tidak langsung merasa kewalahan.
2.
Membangun Rasa Senang (Asyik)
Pembelajaran
dirancang sebagai aktivitas aktif, bukan sekadar mendengar penjelasan.
Permainan, aktivitas berpasangan, dan simulasi menjadi bagian penting.
3.
Menghadirkan Kesenangan dalam Belajar (Menyenangkan)
Dengan
pendekatan yang tidak menghakimi kesalahan, siswa terdorong mencoba dan berani
mengerjakan soal tanpa rasa takut.
Dampak Positif bagi Siswa
Berdasarkan
pengamatan selama kegiatan, terlihat banyak perubahan positif pada siswa, di
antaranya:
- Lebih
percaya diri dalam mengerjakan soal matematika
- Mau
mencoba menyelesaikan soal tanpa takut salah
- Mampu
memahami konsep dasar dengan lebih cepat
- Lebih
aktif bertanya dan terlibat dalam proses pembelajaran
Kegiatan
ini juga memberikan inspirasi bagi guru untuk menghadirkan pembelajaran yang
lebih kreatif dan tidak monoton.
Dengan dukungan kepala sekolah, guru pengimbas yang berdedikasi, serta partisipasi penuh seluruh siswa, kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari transformasi pembelajaran matematika yang lebih bermakna.
Metode
GASING menunjukkan bahwa matematika tidak harus menakutkan ia bisa menjadi gampang,
asyik, dan menyenangkan bagi siapa saja.

0 Komentar